https://www.tokek55dua.com/ https://kisanak.bangkatengahkab.go.id/storage/xgacor/index.html https://devstag.pasarind.id:2020/products/Bca/

Usahatoto

Situs Togel

Mpo212

Slot

Slot

Sbobet

https://128.199.141.24/

Mpogoal

Kaki4d

Kaki4d

Sbobet

Semua Anggota Fraksi PKS DPRD di Sumbagut Diminta Hendry Munif Tolak Kenaikan Harga BBM

Semua Anggota Fraksi PKS DPRD di Sumbagut Diminta Hendry Munif Tolak Kenaikan Harga BBM

8 Oktober 2022
Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah Sumbagut, Hendry Munief

Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah Sumbagut, Hendry Munief

RIAU1.COM - Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Wilayah (BPW) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) yang terdiri dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau, H. Hendry Munief, MBA kembali menegaskan sikap resmi PKS tentang penolakan kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh pemerintah beberapa hari yang lalu. 

"Kenaikan harga BBM bisa dipastikan akan diikuti oleh kenaikan seluruh bahan kebutuhan pokok dan segala sesuatu yang mengikuti nya", kata Munief dalam siaran persnya, Rabu (7/9).

Lebih lanjut Munief mengatakan bahwa pemberian kompensasi kenaikan harga BBM dengan pemberian BLT sangat tidak mendidik dan membantu masyarakat. 

"Pemberian BLT sebagai kompensasi kenaikan harga BBM sangat tidak etis dan membantu masyarakat karena tidak mendidik sama sekali", lanjut Munief. 

Munief juga meminta seluruh anggota Fraksi PKS se Sumbagut yang terdiri dari 5 Provinsi dan seluruh Fraksi di Kabupaten/Kota serta semua Ketua DPW dan DPD agar melakukan aksi penolakan kenaikan harga BBM ini. 

"Saya juga sudah menyampaikan kepada Fraksi PKS dan Ketua DPW dan DPD se Sumbagut agar melakukan aksi untuk menolak kenaikan harga BBM ini", tambah Munief dengan semangat. 

Diakhir pernyataannya, Munief meminta agar pemerintah dalam hal Presiden Jokowi agar sesegera mungkin mencabut kebijakan kenaikan harga BBM agar masyarakat tidak semakin terbebani. 

"Dalam kesempatan ini saya meminta agar Presiden Jokowi segera mencabut kebijakan kenaikan harga BBM ini agar masyarakat jangan semakin terbebani", kata Munief menutup pernyataannya.*

Berita Populer